Senin, 25 Mei 2015

Contoh surat lamaran kerja

Pekanbaru, 05 November 2014

Lampiran : 3 (Tiga) Lembar
Hal          : Lamaran Kerja

Kepada Yth
Bapak/Ibu Kepala Sekolah  MAN 1 Pekanbaru
Di Pekanbaru

Dengan hormat,
Teriring  salam dan do’a, semoga Bapak/Ibu dalam keadaan sehat dan senantiasa sukses dalam kegiatan sehari-hari.

Yang bertanda tangan di bawah ini  :

Nama                        : Husnil Ahfan
Tempat, tanggal lahir  : Airtiris, 18 Oktober 1990
Pendidikan terakhir    : S1PGMI
Keahlian                    : Komputer
Alamat rumah            : Perumnas Unri Blok E no. 107 Pekanbaru, Riau


Dengan ini mengajukan permohonan lamaran kerja sebagai pembantu adminitrasi pada sekolah yang bapak/ibu pimpin.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan juga foto copy surat keterangan lulus (SKL) terakhir, Daftar Riwayat Hidup, dan Pas Foto.
Saya berkeinginan untuk  maju dan sanggup  bekerja keras, serta yakin akan dapat bekerja pada sekolah yang bapak/ibu pimpin.

Jawaban dan kebijaksanan Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih.




Hormat saya,




Husnil Ahfan

Kamis, 13 Desember 2012

STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI


Strategi pembelajaran Inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk be­lajar. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembela­jaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Pro­ses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemu­kan.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Inkuiri Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan strategi dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

a. Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Guru merangsang dan Mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Langkah orientasi merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan startegi ini sangat tergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam meme­cahkan masalah, tanpa kemauan dan kemampuan itu tak mungkin proses pem­belajaran akan berjalan dengan lancar.

b. Merumuskan Masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. Dika­takan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam strategi inku­iri, oleh sebab itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.

c. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang se­dang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Perkiraan sebagai hipotesis bukan sembarang perkiraan, tetapi harus memiliki landasan berpikir yang kokoh, sehingga hipotesis yang dimunculkan itu bersifat rasional dan logis. Kemampuan berpikir logis itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh kedalaman wawasan yang dimiliki serta keluasan pengalaman. Dengan demikian, setiap individu yang kurang mempunyai wawasan akan sulit mengembangkan hipotesis yang rasional dan logis.

d. Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuh­kan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran in­kuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting da­lam pengembangan intelektual. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Karena itu, tu­gas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-perta­nyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Sering terjadi kemacetan berinkuiri adalah manakala siswa tidak apresiatif terhadap pokok permasalahan. Tidak apresiatif itu biasanya ditun­jukkan oleh gejala-gejala ketidakgairahan dalam belajar. Manakala guru me­nemukan gejala-gejala semacam ini, maka guru hendaknya secara terus-me­nerus memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar melalui penyuguhan berbagai jenis pertanyaan secara merata kepada seluruh siswa sehingga mere­ka terangsang untuk berpikir.

e. Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Dalam menguji hipotesis yang terpenting adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. Di samping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertang­gungjawabkan.

f. Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakangong-nya dalam proses pembelajaran. Sering terjadi, karena ba­nyaknya data yang diperoleh, menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus pada masalah yang hendak dipecahkan. Karena itu, untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.



Selasa, 25 September 2012

Pengertian,mamfaat,jenis-jenis dan teknik pemilihan media pembelajaran Ips


Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan dalam rangka melaksanakan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan, agar dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada hakekatnya ingin merubah perilaku, intelektual dan moral maupun sosial agar bisa mandiri dalam kehidupan di masyarakat. Dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui proses pembelajaran.
Lingkungan belajar yang diatur oleh guru, meliputi: tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, metodologi pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Dalam metodologi pembelajaran, ada dua aspek yang menonjol, yakni: metode mengajar dan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran. Media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam proses pembelajaran yang harus direncanakan dan diatur oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. 
Peran media pembelajaran dalam metodologi pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dengan harapan mampu meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Sebagai alat bantu pembelajaran, media bisa berperan untuk menunjang penggunaan metode pembelajaran yang akan diterapkan oleh guru agar penyampaian bahan belajar bisa lebih efektif dan efisien.
Berdasarkan dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa peran media dalam proses blajar mengajar sangatlah penting, pemakala kali ini akan membahas dan akan menguraikan sedikit tentang media pembelajaran ips, supaya proses blajar mengajar pembelajaran ips dapat berjalan efektif dan efisien.
1.      Apakah media pembelajaran?
2.      Bagaimanakah pemamfaatan media pembelajaran?
3.      Apakah fungsi dan kegunaan media pembelajaran dalam proses blajar mengajar?
4.      Macam-macam dan Jenis-jenis media pembelajaran?
5.      Kriteria dan teknik pemilihan media pembelajaran ips?
6.      Bagai mana perkembangan media di pendidikan?

( untuk baca selengkapnya download disini)
https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcS5slq9SeE-5ryO6CsEvfgRxFCaiE2G924Kh_HirOdQ8raudryiEg
Masuk ke Blog