Senin, 25 Mei 2015

Contoh surat lamaran kerja

Pekanbaru, 05 November 2014

Lampiran : 3 (Tiga) Lembar
Hal          : Lamaran Kerja

Kepada Yth
Bapak/Ibu Kepala Sekolah  MAN 1 Pekanbaru
Di Pekanbaru

Dengan hormat,
Teriring  salam dan do’a, semoga Bapak/Ibu dalam keadaan sehat dan senantiasa sukses dalam kegiatan sehari-hari.

Yang bertanda tangan di bawah ini  :

Nama                        : Husnil Ahfan
Tempat, tanggal lahir  : Airtiris, 18 Oktober 1990
Pendidikan terakhir    : S1PGMI
Keahlian                    : Komputer
Alamat rumah            : Perumnas Unri Blok E no. 107 Pekanbaru, Riau


Dengan ini mengajukan permohonan lamaran kerja sebagai pembantu adminitrasi pada sekolah yang bapak/ibu pimpin.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan juga foto copy surat keterangan lulus (SKL) terakhir, Daftar Riwayat Hidup, dan Pas Foto.
Saya berkeinginan untuk  maju dan sanggup  bekerja keras, serta yakin akan dapat bekerja pada sekolah yang bapak/ibu pimpin.

Jawaban dan kebijaksanan Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih.




Hormat saya,




Husnil Ahfan

Kamis, 13 Desember 2012

STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI


Strategi pembelajaran Inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk be­lajar. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembela­jaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Pro­ses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemu­kan.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Inkuiri Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan strategi dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

a. Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Guru merangsang dan Mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Langkah orientasi merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan startegi ini sangat tergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam meme­cahkan masalah, tanpa kemauan dan kemampuan itu tak mungkin proses pem­belajaran akan berjalan dengan lancar.

b. Merumuskan Masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. Dika­takan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam strategi inku­iri, oleh sebab itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.

c. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang se­dang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Perkiraan sebagai hipotesis bukan sembarang perkiraan, tetapi harus memiliki landasan berpikir yang kokoh, sehingga hipotesis yang dimunculkan itu bersifat rasional dan logis. Kemampuan berpikir logis itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh kedalaman wawasan yang dimiliki serta keluasan pengalaman. Dengan demikian, setiap individu yang kurang mempunyai wawasan akan sulit mengembangkan hipotesis yang rasional dan logis.

d. Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuh­kan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran in­kuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting da­lam pengembangan intelektual. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Karena itu, tu­gas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-perta­nyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Sering terjadi kemacetan berinkuiri adalah manakala siswa tidak apresiatif terhadap pokok permasalahan. Tidak apresiatif itu biasanya ditun­jukkan oleh gejala-gejala ketidakgairahan dalam belajar. Manakala guru me­nemukan gejala-gejala semacam ini, maka guru hendaknya secara terus-me­nerus memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar melalui penyuguhan berbagai jenis pertanyaan secara merata kepada seluruh siswa sehingga mere­ka terangsang untuk berpikir.

e. Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Dalam menguji hipotesis yang terpenting adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. Di samping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertang­gungjawabkan.

f. Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakangong-nya dalam proses pembelajaran. Sering terjadi, karena ba­nyaknya data yang diperoleh, menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus pada masalah yang hendak dipecahkan. Karena itu, untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.



Selasa, 25 September 2012

Pengertian,mamfaat,jenis-jenis dan teknik pemilihan media pembelajaran Ips


Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan dalam rangka melaksanakan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan, agar dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada hakekatnya ingin merubah perilaku, intelektual dan moral maupun sosial agar bisa mandiri dalam kehidupan di masyarakat. Dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui proses pembelajaran.
Lingkungan belajar yang diatur oleh guru, meliputi: tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, metodologi pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Dalam metodologi pembelajaran, ada dua aspek yang menonjol, yakni: metode mengajar dan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran. Media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam proses pembelajaran yang harus direncanakan dan diatur oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. 
Peran media pembelajaran dalam metodologi pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dengan harapan mampu meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Sebagai alat bantu pembelajaran, media bisa berperan untuk menunjang penggunaan metode pembelajaran yang akan diterapkan oleh guru agar penyampaian bahan belajar bisa lebih efektif dan efisien.
Berdasarkan dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa peran media dalam proses blajar mengajar sangatlah penting, pemakala kali ini akan membahas dan akan menguraikan sedikit tentang media pembelajaran ips, supaya proses blajar mengajar pembelajaran ips dapat berjalan efektif dan efisien.
1.      Apakah media pembelajaran?
2.      Bagaimanakah pemamfaatan media pembelajaran?
3.      Apakah fungsi dan kegunaan media pembelajaran dalam proses blajar mengajar?
4.      Macam-macam dan Jenis-jenis media pembelajaran?
5.      Kriteria dan teknik pemilihan media pembelajaran ips?
6.      Bagai mana perkembangan media di pendidikan?

( untuk baca selengkapnya download disini)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN


Pengertian Bahan Ajar (Materi Pembelajaran)
Materi pembelajaran  terdiri dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), dan Kompetensi Dasar (KD) pada standar isi yang harus dipelajari oleh siswa dalam rangka mencapai kompetensi yang telah ditentukan.
Contoh sederhana  materi pembelajaran  adalah sebagai berikut. Untuk Kompetensi Dasar (KD) 6.1:  Mengidentifikasi ciri¬-ciri makhluk hidup. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan KD ini meliputi ciri-ciri makhluk hidup, yakni bergerak, tumbuh dan berkembang, bernafas, membutuhkan makan, peka terhadap rangsangan, mengeluarkan zat sisa dan berkembang biak. Namun, seberapa dalam dan seberapa luas materi pembelajaran ini untuk siswa kita, dari mana saja sumber materi pembelajaran ini dapat kita peroleh, dan bagaimana mengemas materi pembelajaran ini, tentu saja memerlukan pemahaman yang lebih dalam tentang  pengembangan materi pembelajaran.

A.     Isi Materi Pembelajaran
1. Pengetahuan sebagai Materi Pembelajaran
Isi materi pembelajaran yang berupa pengetahuan meliputi fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Kadang-kadang kita sulit memberi pengertian pada keempat materi pembelajaran tersebut. Oleh sebab itu, perhatikan perbedaan-perbedaan pada tabel kualifikasi isi materi pembelajaran di bawah ini.

Tabel 1. Klasifikasi isi materi pembelajaran dalam ranah pengetahuan
No       Jenis    PENGERTIAN
1          Fakta   Mudah dilihat, menyebutkan nama, jumlah, dan bagian-bagiannya.
Contoh:
Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945; Seminggu ada 7 hari; Ibu kota Negara RI Jakarta; Ujung Pandang terletak di Sulawesi Selatan.
2          Konsep         Definisi, identifikasi, klasifikasi, ciri-ciri khusus
Contoh:
Hukum ialah peraturan yang harus dipatuh-taati, dan jika dilanggar dikenai sanksi berupa denda atau pidana.
3          Prinsip Penerapan dalil, hukum, rumus, (diawali dengan jika …., maka …. )
Contoh:
a.       Hukum permintaan dan penawaran (Jika penawaran tetap permintaan naik, maka harga akan naik).
4          Prosedur          Bagan arus atau bagan alur (flowchart), alogaritma langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut
Contoh:
Langkah-langkah menjumlahkan pecahan ialah:
1.       Menyamakan penyebut
2.       Menjumlahkan pembilang dengan dengan pembilang dari penyebut yang telah disamakan.
3.       Menuliskan dalam bentuk pecahan hasil penjumlahan pembilang dan penyebut yang telah disamakan.

2.   Keterampilan sebagai Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan antara lain kemampuan mengembangkan ide, memilih, menggunakan bahan, menggunakan peralatan, dan teknik kerja. Ditinjau dari level terampilnya seseorang, aspek keterampilan dapat dibedakan menjadi gerak awal, semi rutin, dan rutin (terampil). Keterampilan perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa/peserta didik dengan memperhatikan aspek bakat, minat, dan harapan siswa itu agar mampu mencapai penguasaan keterampilan bekerja (pre – vocational skill)yang secara integral ditunjang oleh keterampilan hidup (life skill).

3.  Sikap atau Nilai sebagai Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran yang tergolong sikap atau nilai adalah materi yang berkenaan dengan sikap ilmiah, antara lain:
a)  Nilai–nilai kebersamaan, mampu bekerja berkelompok dengan orang lain yang berbeda suku, agama, dan strata sosial;
b) Nilai kejujuran, mampu jujur dalam melaksanakan observasi, eksperimen, tidak memanipulasi data hasil pengamatannya;
c) Nilai kasih sayang, tak membeda-bedakan orang lain yang mempunyai karakter sama dan kemampuan sosial ekonomi yang berbeda semua sama-sama makhluk Tuhan;
d) Tolong menolong, mau membantu orang lain yang membutuhkan tanpa meminta dan mengharapkan imbalan apapun;
e)       Semangat dan minat belajar, mempunyai semangat, minat, dan rasa ingin tahu;
f)        Semangat  bekerja, mempunyai rasa untuk bekerja keras, belajar dengan giat;
g)       Mau menerima pendapat orang lain bersikap legowo, mau di kritik, menyadari kesalahannya sehingga saran dari teman /orang lain dapat diterima dan tidak sakit hati.
III. Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi pembelajaran
A. Prinsip
Ada sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip yang dimaksud meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.
Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi, kompetensi dasar dan standar isi. Sebagai contoh, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.  (Baca selengkapnya download disini)

Selasa, 18 September 2012

Beberapa Teori Belajar Matematika Menurut Para Ahli


1.      Teori Thorndike

Teori belajar stimulus-respon yang dikemukakan oleh Thorndike disebut juga dengan koneksionisme. Teori ini menyatakan bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukkan hubungan antara stimulus dan respon.
Terdapat beberapa dalil atau hukum kesiapan (lawofreadiness), hukum latihan(lawofexercise) dan hukum akibat(lawofeffect).

2.      Teori Skinner

Burhus Frederic Skinner menyatakan bahwa ganjaran atau penguatan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar.

a.       Ganjaran merupakan respon yang sifatnya menggembirakan dan merupakan tingkah laku yang sifatnya subjektif.
b.      Pengutan merupakan sesuatu yang mengakibatkan meningkatnya kemungkinan suatu respon dan lebih mengarah kepada hal-hal yang sifatnya dapat diamati dan diukur.

Dalam teori Skinner dinyatakan bahwa penguatan terdiri atas penguatan positif dan penguatan negatif.Contoh penguatan positif diantaranya adalah pujian yang diberikan pada anak setelah berhasil menyelesaikan tugas dan sikap guru yang bergembira pada saat anak menjawab pertanyaan.

Skiner menambahkan bahwa jika respon siswa baik(menunjang efektivitas pencapaian tujuan)harus segera diberi penguatan positif agar respon tersebut lebih baik lagi,atau minimalnya perbuatan baik itu dipertahankan.

3.      Teori Ausubel

Teori ini terkenal dengan belajar bermaknanya dan pentingnya pengulangan sebelum belajar dimulai.
c.       Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami jika bahan itu dirasakan bermakna bagi siswa.
d.      Kebermaknaan: sesuai dengan struktur kognitif, sesuai struktur keilmuan, memuat keterkaitan.
e.       Seluruh bahan (ihtisar/resume/rangkuman/ringkasan/bahan/peta)‏.
f.       Peta konsep adalah bagan / struktur tentang keterkaitan seluruh konsep secara terpadu / terorganisir (herarkhis, distributive/menyebar)‏
g.      Ausubel membedakan antara belajar menemukan dan belajar menerima.Dalam belajar menerima siswa hanya menerima dan tinggal meghapalkan materi.Sedangkan pada belajar menemukan,siswa tidak menerima pelajaran begitu saja,tetapi konsep ditemukan oleh siswa.
h.      Belajar bermakna lebih dilakukan dengan metode penemuan (discovery). Namun demikian, metode ceramah (ekspositori) bisa juga menjadi belajar bermakna jika berlajarnya dikaitkan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, tidak hanya sampai pada tahap hapalan; bahan pelajaran harus cocok dengan kemampuan siswa dan sesuai dengan struktur kognitif siswa.

4.      Teori Gagne

Menurut Gagne ada dua objek belajar matematika, yaitu:
a.       Objek langsung (fakta, keterampilan, konsep, dan aturan-aturan (principle).
b.      Objek tak langsung (kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah, mandiri, bersikap positif terhadap matematika, tahu bagaimana semestinya belajar).

Delapan tipe belajar Gagne:
1)      Isyarat
2)      Stimulus respon
3)      Rangkaian gerak
4)      Rangkaian verbal
5)      Belajar membedakan
6)      Pembentukan konsep
7)      Pembentukan aturan
8)      Pemecahan masalah

5.      Teori Pavlov

Pavlov mengemukakan konsep pembiasaan(conditioning). Dalam kegiatan belajar,  agar siswa belajar dengan baik maka harus dibiasakan. Misalnya, agar siswa mengerjakan Pekerjaan Rumah dengan baik, biasakanlah   dengan memeriksanya, menjelaskannya, atau member nilai terhadap hasil pekerjaannya.

6.      Teori baruda (Belajar dengan Meniru)

Baruda melihat juga adanya kelemahan dalam teori Skinner, yaitu bahwa respon yang diberikan siswa yang kemudian diberi penguatan tidaklah esensial, menurutnya yang eseinsial adalah bahwa seseorang akan belajar dengan baik melalui peniruan, melalui apa yang dilihatnya dari seseorng, tayangan, dll yang menjadi model untuk ditiru. Pengertian meniru ini bukan berarti mencontek,tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain,terutama guru.
Jika tulisan guru baik, guru berbicara sopan santun dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar,tingkah laku yang terpuji,menerangkan dengan jelas dan sistematik,maka siswa akan menirunya. Jika contoh-contoh yang dilihatnya kurang baik iapun menirunya.Dengan demikian guru harus menjadi manusia model yang professional.

7.      Teori Piaget

Jean Piaget menyebutkan bahwa struktur kognitif sebagai Skemata(Schemas), yaitu kumpulan dari skema- skema.Seorang individu dapat mengikat, memahami, dan memberikan respon terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya schemata ini.
Skemata ini berkembang secara kronologis,sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya,sehingga individu yang lebih dewasa memliki struktur kognitif yang lebih lengkap dari pada ketika iamasih kecil.

Tahap perkembangan kognitif:
a.       Tahap Sensori Motor (sejak lahir sampai dengan 2 tahun)
Bagi anak yang berada pada tahap ini,pengalaman diperoleh melalui perbuatan fisik(gerakan anggota tubuh)dan sensori(koordinasi alat indra).
b.      Tahap Pra Operasi(2 tahunsampaidengan7 tahun)
Ini merupakan tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit.Operasi konkrit adalahberupa tindakan- tindakan kognitif seperti mengklasifikasikan sekelompok objek,menata letak benda berdasarkan urutan tertentu,dan membilang.
c.       Tahap Operasi Konkrit(7 tahunsampaidengan11 tahun)
Umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami konsep kekekalan, kemampuan mengklasifikasi,  mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif, dan mampu berfikir reversible.
d.      Tahap Operasi Formal (11 tahundanseterusnya)
Tahap ini merupakantahap akhir dari perkembangan kognitif secara kualitas. Anak pada tahap ini sudah mampu malakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abstrak. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan objek atau peristiwanya langsung, dengan hanya menggunakan simbol-simbol, ide-ide, abstraksi dan generalisasi.

8.      Teori Bruner

Jerome Brunner menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur- struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan,disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut.
Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan,sehinggaanakan memahami materi yang harus dikuasai.
Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika.Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada,siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya.

Tahapan belajar menurut Brunner
1)      Tahap enaktif
Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek.
2)      Tahap ikonik
Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental, merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.
3)      Tahap simbolik
Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu.

9.      Teori Gestalt

Gestalt menyatakan bahwa penguasaan akan diperoleh apabila ada prasyaratndan latihan hafal atau drill yang diulang-ulang sehingga tidak mengherankan jika ada topic-topik di tata secara urut seperti perkalian bilangan cacah kurang dari sepuluh ( Rosseffendi,19993:115-116).

Tokoh aliran ini adalah John Dewey.Ia mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
1)      Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian
2)      Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa.
3)      Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar.

10.  Teori belajar W. Brownell

Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika merupakan belajar bermakna dan pengertian hal ini sesuai dengan teori Gestalt yang menyatakan bahwa latihan hafal atau drill sangat penting dalam kegiatan pembelajaran yang diterapkan setelah tertanamnya pengertian (Ruseffendi, 1993: 117).

11.  Teori Dienes (Joyfull Learning)

Zoltan P.Dienes adalah seorang matematikawan yang memfokuskan perhatiannya pada cara pengajaran.Dienes menekankan bahwa dalam pembelajaran sebaiknya dikembangkan suatu proses pembelajaran yang menarik sehingga bisa meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika.




12.  Teori Polya

Pemecahan masalah merupakan aktivitas intelektual yang paling tinggi. Pemecahan masalah harus didasarkan atas adanya kesesuaian dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa, supaya tidak terjadi stagnasi.

Tahapan pemecahan masalah:
1)      Memahami masalah
2)      membuat rencana/cara penyelesaian masalah
3)      menjalankan rencana/menyelesaikan masalah
4)      melihat kembali/recek.

13.  Freudenthal dan Treffers (RME: Realistic Mathematics Education)‏

a.       pematematikaan: horizontal (H), diteruskan Vertikal (V);
realistic (H+,V+)‏
b.      mekanistik (drill & practice: (H- dan V-); empiris (H+, V-);
strukturilistik (H-, V+)‏

14.  Teori Van Hiele

Tahap perkembangan siswa dalam memahami geometri:
a.       Pengenalan
b.      Analisis
c.       Pengurutan
d.      Deduksi
e.       keakuratan (rigor)

Menurut Van Hiele ada tiga unsure dalam pengajaran matematika yaitu waktu,materi pengajaran danmetode pengajaran,jika ketiganya ditata secara terpadu maka akan terjadi peningkatan kemampuan berfikir anak kepada tingkatan berfikir lebih tinggi

15.  John Dewey (CTL)

a.        mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata.
b.       mendorong siswa menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, pengalaman sesungguhnya dan penerapannya / manfaatnya.
c.       strategi: authentic, inkuiri, praktek kerja, pemecahan masalah





16.  Aliran latihan mental

Otak diibaratkan seperti otot, jika ingin kuat harus sering dilatih, makin keras dan sulit latihannya akan lebih baik hasilnya.

17.  Teori Tollman

Sesungguhnya, pada tahun 1930 pakar psikologi AS Edward C. Tolman sudah meneliti proses kognitif dalam belajar dengan penelitian eksperimen bagaimana tikus belajar mencari jalan melintasi maze (teka-teki berupa jalan yang ruwet). Ia menemukan bukti bahwa tikus-tikus percobaannya membentuk “peta kognitif” (atau peta mental) bahkan pada awal eksperimen, namun tidak menampakakan hasil belajarnya sampai mereka menerima penguatan untuk menyelesaikan jalannya melintasi maze suatu fenomena yang disebutnya latent learning atau belajar latent. Eksperimen Tolman.
menunjukkan bahwa belajar adalah lebih dari sekedar memperkuat respons melalui penguatan.

18.  Teori Clark Hull

Clark Hull mengemukaan konsep pokok teorinya yang sangat dipengaruhi oleh teori evolusi. Menurutnya tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup.

19.  Teori Bloom dan Krathwohl

Teori Bloom dan Krathwohl mengemukakan tiga hal yang bisa dikuasai oleh siswa, meliputi: ranah kognitif, ranah psikomotor dan ranah Afektif. Tiga ranah itu tercakup dalam teori yang lebih dikenal sebagai Taksonomi Bloom.

20.  Teori Kolb

Kolb membagi tahapan belajar ke dalam empat tahapan, yaitu:
a.       pengalaman konkret
b.      pengamatan aktif dan reflektif
c.       konseptualisasi
d.      eksperimentasi aktif

21.  Teori Habermas

Habermas berpendapat bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh interaksi, baik dengan lingkungan maupun dengan sesama manusia. Lebih lanjut ia mengelompokkan tipe belajar menjadi tiga bagian, yaitu:
a.       belajar teknis
b.      belajar praktis
c.       belajar emansipatoris

22.  Teori Landa

Menurut Landa ada dua proses berpikir. Pertama disebut proses berpikir algoritmik, yaitu proses berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu sasaran. Jenis kedua adalah cara berpikir heuristik, yakni cara berpikir divergen menuju ke beberapa sasaran sekaligus.

23.  Teori Pask dan Scott

Pask dan Scott juga membagi proses berpikir manjadi dua macam. Pertama pendekatan serialis yang menyerupai pendekatan algoritmik yang dikemukakan Landa. Jenis kedua adalah cara berpikir menyeluruh yaitu berpikir yang cenderung melompat ke depan, langsung ke gambaran lengkap sebuah sistem informasi.

Rabu, 08 Februari 2012

TAUBAT DAN RAJA'


TAUBAT DAN RAJA'
A. Pengertian taubat
Yang dimaksud dengan taubat masa sekarang: meninggalkan secara langsung dosa yang sedang dilakukan. Adapun taubat masa yang akan datang: bertekad untuk tidak melakukan kembali .
Taubat ada tiga macam: Taubat umum ('Am), taubat khusus Khâsh, dan taubat paling khusus (khawwâshul khawwâsh).
Taubat umum adalah taubat dari maksiat, yaitu taubat orang-orang yang bermaksiat.
Taubat khusus adalah taubat dari taubat umum, taubat ini adalah taubatnya para Nabi terdahulu.
Taubat paling khusus adalah taubat dari perhatian terhadap selain Allah swt, ini adalah taubatnya Rasulullah saw dan Ahlul bait (sa). Jadi taubat mereka adalah kembali kepada Allah dari pandangan kepada selain Allah. Istilah taubat ini dikenal di kalangan ahli suluk.
B. Syarat-syarat taubat
1. Menyesal atas segala perbuatan dosa yang pernah dilakukan.
2. Mensucikan din dan perbuatan maksiat yang sudah dilakukan. Kerana tidak ada ertinya bertaubat jika dosa masih terus dikerjakan.
3. Bertekad dengan sungguh-sungguh bahawa tidak akan mengulanginya lagi, selama hayat dikandung badan, sampai mengucapkan selamat tinggal pada dunia yang fana ini.

Syarat diterimanya taubat yaitu:
1. Ikhlas. Artinya, taubat pelaku dosa harus ikhlas semata-mata karena Allah, bukan karena lainnya.
2. Menyesali dosa yang telah diperbuatnya.
3. Meninggalkan sama sekali maksiat yang telah dilakukannya.
4. Tidak mengulangi. Artinya, seorang muslim harus bertekad tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
5. Istighfar. Yaitu memohon ampun kepada Allah atas dosa yang dilakukan terhadap hakNya.
6. Memenuhi hak bagi orang-orang yang berhak, atau mereka melepaskan haknya tersebut.
7. Waktu diterimanya taubat itu dilakukan di saat hidupnya, sebelum tiba ajalnya. Sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam : “Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hambaNya selama belum tercabut nyawanya.” (HR. At-Tirmidzi, hasan).
C. Contoh perilaku taubat
Diantara contoh dan tanda orang yang bertaubat adalah : Lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu disebabkan takut terjerumus lagi ke dalam dosa. Selain itu orang yang bertaubat akan lebih giat beramal karena merasa khawatir dosanya belum diampuni oleh Allah Swt.
D. Membiasakan taubat dalam kehidupan sehari-hari
Taubat itu dilakukan setiap kita melakukan dosa, akan tetapi tentunya dosa yang berbeda. Bahkan kita harus bertaubat kepada Allah setiap saat karena mungkin saja ada dosa yang tidak terasa kita lakukan sehingga memerlukan pembersihan atau taubat.

RAJA’
A. Pengertian raja’
1.      Pengertian raja’
            Raja’ menurut pengertian bahasa ialah mengharap.Sedangkan menurut istilah ialah sikap mengharap rida,rahmat, dan pertolongan Allah SWT , serta yakin bahwa semua itu dapat diraih .Imam Al-Gazali mengatakan bahwa raja’ adalah kegembiraan hati karena menanti harapan yang kita senangi , dan harapan yang kita nantikan itu harus disertai dengan usaha dan doa.
2.      Sifat raja’
            Optimis, yaitu penenang hati, karena yakin atas kehendak-Nya segala yang kita inginkan akan tercapai,sehingga orang akan menjadi sabar , tidak putus asa , dan  percaya pada diri sendiri (Q.S. Yusuf : 87)
            Dinamis, yaitu suatu sikap yang terus-menerus dan selalu berkembang , baik dalam berpikir, bekerja ,, bermasyarakat dan lain sebagainya (Q.S. Al-Insyirah: 71).Rasulullah SAW bersabda “bekerjalah kamu untuk duniamu , seakan-akan kamu hidup selama-lamanya.Dan bekerjalah kamu untuk akhiratmu, seakan-akan kamu akan mati esok.” (H.R. Ibnu Majah)
Adapun ciri-ciri orang yang dinamis , diantaranya :
1)      Selalu memikirkan dan meniliti alam semesta , bahwa sanya seluruh ciptaan Allah diperuntukkan bagi kepentingan hidup manusia (Q.S. Yunus101 dan Q.S. Al-Baqarah : 29
2)      Lebih berperan aktif bagi kepentingan umum daipada kepentingan pribadi (Q.S. Ali ‘Imran : 104 dan  Q.S. At-Taubah : 105 )
3)      Memiliki azas keseimbangan (Q.S. Al-Qasas : 77)
4)      Memiliki semangat dalam melakukan suatu pekerjaan dan berkarya (Q.S. Al – Insyirah : 7)
5)      Mampu mengadakan perubahan dalam tata kehidupan( Q.S. Ar-Ra’du : 11).
3.      Faktor-faktor dalam Raja’
a)      Selalu berpegang teguh kepada tali agama Allah SWT yaitu agama Islam ( Q.S. Ali ‘Imran : 1030
b)      Selalu berharap kepada Allah SWT , agar selalu diberikan kesuksesan dalam berbagai macam usaha dan mendapat rida dari-Nya (Q.S. Al –Kahfi : 11o).
c)      Selalu merasa takut kepada ancaman dan siksaan Allah SWT di hari akhirat kelak ( Q.S. Al-Baqarah : 201 ).
d)     Selalu cinta atau mahabbah kepada Allah SWT ( Q.S. Ali ‘Imran : 31)
4.      Hikmah Raja’
  1. Menciptakan prasangka baik dan membuang jauh prasangka buruk .
  2. Mengharapkan rahmat allah SWT dan tidak mudah putus asa.
  3. Menjadikan  dirinya tenang, aman , dan tidak merasa takut pada siapa pun kecuali kepada Allah SWT.
  4. Dapat meningkatkan amal saleh untuk bertemu Allah SWT.
  5. Dapat meningkatkan jiwa untuk berjuang dijalan Allah SWT
  6. Dapat meningkatkan kesadaran bahwasanya zab Allah SWT itu amat pedih sehingga harus berpacu dalam kebaikan.
  7. Dapat meningkatkan rasa syukur  atas  nikmat yang telah diterimanya.
  8. Dapat menghilangkan rasa hasud, dengki dan sombong kepada orang lain .
  9. Dapat menigkatkan perasaan halus untuk mencintai sesama manusia dan dicintainya
5.      Membiasakan diri Melakukan tobat dan Raja’
  1. Bersegeralah memohom ampunan kepada Allah Swt dari segala noda dan dosa (Q.S. Ali-Imran : 133)
  2. Lakukanlan zikir kepada Allah SWT dalam rangka bertbat kepada-Nya .Karena zikir dapat menentramkan hati seseorang , jika dilakukan dengan benar dan hanya berharap rida Allah SWT . Dalma melaksanakan zikir hendaknya seseorang selalu berprasangka baik dengan penih harap ( raja’)bahwasanya Allah SWT akan mengabulkan harapannya




Selasa, 07 Februari 2012


contoh kegiatan politk luar negeri bebas aktif


1. Terlibat secara aktif dalam Gerakan Non Blok (GNB).
2. Masuk menjadi anggota PBB.
3. Memprakarsai pembentukan ASEAN melalui deklarasi Bangkok.
4. Mengeluarkan UU No. 29 thn 1999 tentang pengesahan konvensi internasional tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial.
5. Mengirim pasukan perdamaian di bawah naungan PBB.
6. Pembentukan CGI.
7. Persetujuan dibentuknya AFTA.
8. Melakukan perjanjian RI-Malaysia tentang penetapan garis landas kontinen kedua negara thn 1969

Sabtu, 31 Desember 2011

Sifat-Sifat Bangun DATAR dan bangun RUANG

A Mengidentifikasi Sifat-Sifat Bangun Datar
Mari kita mengulang tentang bangun. Ada dua jenis bangun, yaitu bangun datar dan bangun ruang. Bangun datar disebut juga bangun 2 dimensi (2 D), dan bangun ruang disebut juga bangun 3 dimensi (3 D). Tiap bangun mempunyai sifat-sifat, yang membedakan dengan bangun lainnya. Bangun datar berbeda dengan bangun ruang, karena sifatnya yang berbeda. Bahkan di antara bangun-bangun datar, atau bangun-bangun ruang sendiri, terdapat sifat-sifat yang berbeda.
1. Sifat-Sifat Bangun Datar
Tiap bangun datar mempunyai sifat-sifat yang berbeda. Apa saja sifat bangun datar? Perhatikan uraian berikut.
a. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang memiliki tiga sisi dan tiga titik sudut. Segitiga ada bermacam-macam seperti disebutkan di bawah ini. Tiap jenis segitiga itu memiliki sifat-sifat masing-masing.
Setiap segitiga jumlah sudut-sudutnya adalah 180º. Mari kita buktikan dengan kegiatan berikut.
• Gambar sembarang segitiga pada sehelai kertas.
• Gungtinglah segitiga itu menjadi 3 bagian yang sudut-sudutnya berbeda.
• Buat sebuah garis lurus pada kertas lain. Tentukan sebuah titik pada garis itu.
• Atur guntingan segitiga tadi dengan meletakkan titik sudutnya pada titik di garis. Perhatikan gambar di bawah ini.
B Mengidentifikasi Sifat-Sifat Bangun Ruang
Bangun ruang memiliki sifat-sifat tertentu. Mari kita perhatikan beberapa bangun di bawah ini.
a. Kubus
Kubus adalah prisma siku-siku khusus. Semua sisinya berupa persegi atau bujursangkar yang sama. Perhatikan kubus ABCD.EFGH berikut!
4. Menggambar Bangun Ruang
Menggambar bangun ruang lebih mudah pada kertas berpetak atau bertitik. Pada kertas berpetak dan kertas bertitik telah ada bagianbagian (skala) yang sangat membantu dalam menggambar.
a. Menggambar Kubus
Langkah-langkah untuk menggambar kubus adalah:
• Gambarlah belah ketupat sebagai alas. Panjang sisi belah ketupat sama dengan panjang rusuk alas kubus.
• Gambarkan 4 ruas garis tegak lurus pada keempat titik sudut belah ketupat, yang panjangnya sama dengan panjang rusuk alas kubus.
• Hubungkan ke-4 ujung ruas garis seperti tampak pada gambar.
• Jadilah kubus yang kita inginkan. b. Menggambar Prisma Tegak Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
• Gambar jajargenjang sebagai alas. Panjang jajargenjang sama dengan panjang alas prisma tegak.
• Gambar 4 ruas garis tegak lurus pada ke-4 titik sudut jajargenjang, yang panjangnya sama dengan tinggi prisma tegak.
• Hubungkan keempat ujung ruas garis, seperti tampak pada gambar. Jadilah prisma tegak yang kita inginkan.
c. Menggambar Limas
Bagaimana langkah-langkah menggambar limas?
• Gambar jajargenjang yang panjang sisinya sama dengan rusuk alas limas.
• Gambar titik tegak lurus di atas titik perpotongan diagonal jajargenjang.
• Hubungkan titik di atas titik perpotongan diagonal, dengan semua titik sudut jajargenjang.
• Demikian terjadilah limas yang kita inginkan.
d. Mengambar Kerucut
Langkah-langkahnya adalah:
• Gambar elips (yang sebenarnya lingkaran) untuk sisi kerucut bagian bawah.
• Gambar titik tegak lurus di atas pusat elips, yang akan menjadi puncak kerucut.
• Buatlah dua garis yang menyinggung bagian kiri dan kanan elips.
• Selesailah gambar kita. e. Menggambar Tabung Langkah-langkah menggambar tabung sebagai berikut.
• Gambarlah elips untuk bagian bawah tabung.
• Gambar 2 ruang garis tegak lurus dan sejajar, masing-masing dari sumbu elips.
• Buat elips untuk bagian atas tabung.
C Menentukan Jaring-Jaring Berbagai Bangun Ruang Sederhana
Jaring-jaring bangun ruang terdiri dari beberapa bangun datar yang dirangkai. Jaring-jaring dapat dibuat dari berbagai bangun ruang. Sebuah kotak mempunyai rusuk. Rusuk-rusuk itu juga merupakan jaring-jaring. Jika sebuah kotak kita lepas perekatnya, maka akan terbentuk jaring-jaring. Perhatikan gambar di bawah ini.
D Menyelidiki Sifat-Sifat Kesebangunan dan Simetri
Perhatikan gambar bangun-bangun di bawah ini baik-baik.
Panjang sisi-sisi yang bersesuaian antara kedua bangun itu sebanding atau senilai. Oleh karena itu, kedua bangun itu disebut sebangun. Sedangkan trapesium ABCD atau trapesium PQRS dengan trapesium KLMN tidak sebangun. Ukuran sisi-sisi yang bersesuaian tidak sebanding atau senilai. Jika 2 buah bangun datar sebangun dan memiliki bagian-bagian yang bersesuaian sama, dikatakan kedua bangun itu sama dan sebangun (kongruen). Perhatikan segitiga ABC dan segitiga PQR. Sisi AB = PQ, AC = PR, CB = RQ.
Dua bangun dikatakan sama dan sebangun (kongruen), jika kedua bangun itu dapat saling berimpit.
1. Kesebangunan Antar Bangun-Bangun Datar Sekarang kamu telah dapat membedakan sebangun dengan sama dan sebangun, bukan? Dari gambar-gambar di bawah ini, bangun mana yang sebangun dan mana yang sama dan sebangun (kongruen)? Selidiki bagian-bagian yang bersesuaian!
Kesebangunan dua buah bangun datar ditentukan oleh sifatsifat yang dimiliki oleh kedua bangun itu, yaitu: bagian-bagian yang bersesuaian mempunyai panjang yang sebanding (senilai), dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
Contoh kesebangunan dalam kehidupan sehari-hari adalah: gedung dan maketnya, orang dengan patungnya atau fotonya. Skala menunjukkan kesebangunan.
Jika gambar di samping ini dilipat pada garis g, maka bangun ABCD dan PQRS akan berimpit. Kedua bangun itu saling menutupi. Dikatakan bangun ABCD dan bangun PQRS kongruen. Kedua bangun itu mempunyai sifat-sifat yang sama: sisi AB = PQ, BC = QR, CD = RS, DA = SP, dan sudut-sudutnya sama besar. Gambar berikut ini ditunjukkan kesebangunan dua bangun datar segitiga, dengan sifat-sifatnya. Katakan, sebangun atau sama dan sebangun kedua segitiga itu. Sifat apa yang menyebabkan bangunbangun itu demikian?
2. Simetri Lipat dan Simetri Putar suatu Bangun
Simetri berarti seimbang pada bagian atas, bawah, kanan, dan kiri. Jika kedua belah bagian suatu benda sama, dikatakan simetris, atau setangkup. Marilah kita pelajari lebih lanjut tentang simetri.
a. Simetri Lipat
Simetri lipat disebut juga simetri garis, simetri sumbu, simetri cermin, atau simetri balik.
Suatu bangun dikatakan mempunyai simetri lipat, jika bangun itu dilipat akan simetris. Simetris artinya kedua belah bagiannya sama atau setangkup. Suatu bangun dikatakan simetris, jika seluruh bangun itu seimbang pada bagian-bagiannya. Perhatikan gambar-gambar di bawah ini.
Gambar-gambar tersebut menunjukkan bangun-bangun yang simetris. Perhatikan gambar I. Jika bangun ABCD dilipat pada garis B D, maka A B berimpit dengan C B, titik A berimpit dengan titik C, dan A D berimpit dengan C D. B D adalah sumbu simetri bangun ABCD. Dikatakan bahwa jumlah simetri lipat bangun ABCD adalah 1. Bagaimanakah halnya dengan gambar II dan III? Jiplak dan guntinglah ketiga gambar tersebut, kemudian lipatlah pada garis sumbu simetrinya. Benarkah ketiga bangun itu simetris? Beberapa bangun mungkin tidak simetris, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Sumbu simetri suatu bangun dapat ditentukan dengan cara melipat bangun itu pada bagian tertentu. Periksa ketiga bangun di atas. Jiplak dan gunting lebih dahulu, kemudian tentukan lipatannya.Setiap bangun akan simetris dengan bayangannya melalui pencerminan. Perhatikan wajahmu ketika bercermin. Bukankah wajahmu sama dengan bayangan wajahmu di cermin? Bagaimana menentukan bayangan suatu bangun dengan pencerminan?
b. Simetri Putar
Suatu bangun datar, jika diputar pada titik pusat yang sama, dapat kembali menempati bingkainya lebih dari satu kali dalam satu putaran penuh, bangun itu dikatakan memiliki simetri putar. Banyaknya simetri putar pada bangun datar tidak sama. Jauhnya putaran suatu bangun ditentukan oleh besar sudut, dengan titik pusat yang sama, dan arah putaran sama dengan arah perputaran jarum jam. Mari kita bersama-sama mempelajari simetri putar beberapa bangun datar dengan seksama.
Amati baik-baik gambar I – IV di atas. Segitiga ABC (I) adalah sebuah segitiga samasisi dengan sudutsudut A, B, dan C. Titik P adalah titik pusat segitiga samasisi ABC. Jika segitiga ABC (I) diputar dengan titik pusat P sejauh 120∞ searah jarum jam, maka posisinya menjadi seperti pada gambar II. Posisinya menjadi: A menempati B, B menempati C, dan C menempati A. Jika posisi gambar II diputar lagi sejauh 120∞, maka posisinya menjadi seperti pada gambar III, dan posisi sekarang (dari keadaan I) menjadi: A menempati C, B menempati A, dan C menempati B. Jika posisi III diteruskan dengan putaran 120∞ lagi, maka posisinya seperti pada gambar IV tampak A kembali ke A, B kembali ke B, dan C kembali ke C seperti keadaan awal pada gambar I. Gerak putar yang diperlihatkan tersebut disebut simetri putar. Gambar II memperlihatkan putaran pertama, yaitu 1 3 (120∞). Gambar III memperlihatkan putaran kedua, yaitu 2 3 (240∞). Gambar IV memperlihatkan putaran penuh (360∞). Berdasarkan contoh tersebut, ternyata segitiga samasisi dapat menempati bingkainya dengan tepat sebanyak 3 kali dalam satu putaran penuh. Dikatakan: segitiga samasisi mempunyai simetri putar 3.
Banyaknya simetri putar suatu bangun adalah banyaknya kemungkinan benda itu diputar sehingga tepat menempati bingkainya kembali.
2) Menentukan Pusat dan Sudut Putaran pada Bangun Datar
Bangun ABCD adalah sebuah persegi. Titik pusat putarnya (rotasi) adalah P. Titik P adalah titik potong diagonal-diagonalnya. Supaya titik A menempati B, B menempati C, C menempati D, dan D menempati A; maka bangun itu diputar sebesar 90∞ searah jarum jam dengan pusat P.
Perputaran dapat diteruskan sehingga kembali ke posisi semula, yaitu titik A kembali ke A, B ke B, C ke C, dan D ke D. Perhatikan gambar berikut.
Dengan putaran 90∞, bangun persegi mempunyai simetri putar 4.
E Menyelesaikan Masalah yang Berkaitan dengan Bangun Datar dan Bangun Ruang Sederhana
Jika sebuah kubus dan balok (yang berbentuk kotak) dibuka, maka terjadilah jaring-jaring kubus dan jaring-jaring balok. Jaring-jaring merupakan bangun datar. Dari bangun datar dapat dihitung luasnya. Luas jaring-jaring kubus, atau jaring-jaring balok, adalah merupakan luas kubus atau luas balok.
3. Bangun Datar dan Bangun Ruang dalam Kehidupan Sehari-hari
Sekitar kita banyak terdapat bangun datar dan bangun ruang. Kedua bangun itu sering menimbulkan masalah yang berkaitan dengan perhitungan

Rabu, 21 Desember 2011

KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN


A. PENGELOMPOKAN MEDIA PEMBELAJARAN
Pada dasarnya media yang banyak digunakan untuk kegiatan
pembelajaran adalah media komunikasi. Oleh karena itu dalam
pembahasan taksonomi ini akan digunakan taksonomi yang
dikemukakan oleh Haney dan Ulmer (1981).
Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam
pengklasifikasian ini. Salah satu cara diantaranya ialah dengan
menekankan pada teknik yang dipergunakan dalam pembuatan
media tersebut. Sebagai contoh, seperti gambar, fotografi,
rekaman audio, dan sebagainya. Ada pula yang dilihat dari cara
yang dipergunakan untuk mengirimkan pesan. Contoh, ada
penyampaian yang disampaikan melalui siaran televisi dan
melalui optik. Berbagai bentuk presentasi media yang kita
terima, membuat kita sadar bahwa kita menerima informasi
dalam bentuk tertentu. Pesan-pesan tersebut dapat berupa
bahan cetakan, bunyi, bahan visual, gerakan, atau kombinasi
dari berbagai bentuk informasi ini.
Masih banyak ciri yang membedakan media yang satu
dengan yang lain, sehingga tidaklah mudah untuk menyusun
klasifikasi tunggal yang mencakup semua jenis media. Faktor
lain yang juga mempersulit klasifikasi ini ialah untuk
menentukan apa yang termasuk dan apa yang tidak termasuk
media. Sebagai contoh, beberapa ahli membedakan antara
media komunikasi dan alat bantu komunikasi. Yang menjadi
dasar utama dari pembedaan ini ialah apakah suatu sarana
komunikasi dapat menyampaikan program secara lengkap atau
tidak. Berdasarkan pembedaan ini, film dapat digolongkan
Media Pembelajaran
sebagai media, karena film dapat menyampaikan pesan yang
lengkap selama waktu putarnya. Sedangkan overhead
transparansi (OHT) digolongkan sebagai alat bantu saja, karena
OHT tidak dapat berdiri sendiri. Hal tersebut hanya dapat
digunakan oleh instruktur untuk membantu menerangkan
pembelajarannya. Walaupun pendapat ini masuk akal, tetapi di
sini kita akan membahas media dalam perspektif yang lebih
luas, yaitu semua alat atau bahan yang dapat digunakan untuk
kegiatan pembelajaran, sesuai dengan pengertian media
pembelajaran sebelumnya (di bagian depan).
Selain alat-alat pembelajaran yang sederhana, masih
ada beberapa teknik atau sistem pembelajaran yang
sedemikian kompleks, sehingga jauh melebihi pengertian media
yang biasa kita gunakan. Sebagai contoh, simulator, pengajaran
dengan bantuan komputer, mesin pembelajaran, dan
permainan pendidikan. Oleh karena itu untuk mengembangkan
suatu sistem klasifikas yang dapat mencakup berbagai macam
sarana komunikasi, kita harus menggunakan pandangan yang
lluas mengenai pengertian media, yaitu dengan memasukkan
segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya oleh seorang
instruktur untuk meningkatkan pembelajaran. Kita ingin
mengembangkan pandangan bahwa tidak ada satu carapun yang
baku dalam pembelajaran dan ingin mendorong para instruktur
agar menganggap berbagai bentuk media itu sebagai pilihanpilihan
untuk digunakan dalam meningkatkan kegiatan belajar.
Memang, seringkali media hanya digunakan untuk membantu
menghidupkan keterangan yang diberikan oleh seorang
instruktur. Akan tetapi diharapkn untuk masa sekarang dan
masa yang akan datang, pemanfaatan media oleh
instruktur/guru tersebut akan lebih imajinatif dan lebih
bermanfaat bagi para siswa.
Untuk keperluan pengklasifikasian media itu, pertamatama
harus diketahui “Sifat umum apa yang dimiliki oleh
berbagai media seperti buku, slide, rekaman audio, yang
orang mengenali benda-bendatersebut sebagai bentuk
media?” jawabannya terletak pada fungsinya, yaitu apa yang
dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Semuanya
menyampaikan pesan yang disusun ke dalam bentuk informasi
audio visual yang dasar ataupun lebih. Menurut Rudy Brezt ada
lima bentuk dasar informasi, yaitu gambar, cetakan, grafik
garis, suara, dan gerakan.
Klasifikasi Media 14
Media Pembelajaran
Karena msing-masing mewakili bentuk penyampaian
informasi yang berbeda-beda, kita akan menyebutnya sebagai
bentuk penyajian. Istilah ini diberikan oleh Donald T. Tosti dan
John R. Ball. Karena itu semua media yang menyampaikan
pesan melalui bentuk-bentuk ini akan disebut media penyaji.
Media penyaji meliputi sebagian besar media yang populer, dan
merupakan salah satu dari kategori pokok media yang sedang
kita bahas. Di samping itu masih ada dua kategori pokok lain
untuk menjaring semua sarana yang bermanfaat bagi seorang
instruktur, yang akan dijelaskan kemudian.
Menurut bentuk informasi yang digunakan, kita dapat
memisahkan dan mengklasifikasi media penyaji dalam lima
kelompok besar, yaitu media visual diam, media visual gerak,
media audio, media audio visual diam, dan media audio visual
gerak. Kemudian dapat kita teliti media ini untuk membedakan
proses yang dipakai untuk menyajikan pesan, bagaimana suara
dn atau gambar itu kta terima, apakah melalui penglihatan
langsung, proyeksi optik, proyeksi elektronik atau
telekomunikasi. Kita akan keempat cara ini sebagai cara
penyajian dari sebuah media.
Dengan menganalisis media melalui bentuk penyajian
dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu format
klasifikasi yang meliputi tujuh kelompok media penyaji, yaitu
(a) kelompok kesatu; grafis, bahan cetak, dan gambar diam, (b)
kelompok kedua; media proyeksi diam, (c) kelompok ketiga;
media audio, (d) kelompok keempat; media audio, (e)
kelompok kelima; media gambar hidup/film, (f) kelompok
keenam; media televisi, dan (g) kelompok ketujuh; multi
media.
Perlu kita ingat bahwa masih ada media lain yang tidak
termasuk media penyaji, yaitu media objek dan media
interaktif. Kedua media ini akan dibicarakan secara khusus
setelah selesai membahas masing-masing ketujuh kelompok
media penyaji.
B. KELOMPOK KESATU : MEDIA GRAFIS, BAHAN CETAK DAN
GAMBAR DIAM
a. MEDIA GRAFIS
Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide
atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-
Klasifikasi Media 15
Media Pembelajaran
angka, dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk
menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan
mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat
orang.
Yang termasuk media grafis antara lain :
1. Grafik, yaitu penyajian data berangka melalui perpaduan
antara angka, garis, dan simbol.
2. Diagram, yaitu gambaran yang sederhana yang dirancang
untuk memperlihatkan hubungan timbal balik yang biasanya
disajikan melalui garis-garis simbol.
3. Bagan, yaitu perpaduan sajian kata-kata, garis, dan simbol
yang merupakan ringkasan suatu proses, perkembangan,
atau hubungan-hubungan penting.
4. Sketsa, yaitu gambar yang sederhana atau draft kasar yang
melukiskan bagian-bagian pokok dari suatu bentuk gambar.
5. Poster, yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok,
dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang
yang lewat.
6. Papan Flanel, yaitu papan yang berlapis kain flanel untuk
menyajikan gambar atau kata-kata yang mudah ditempel
dan mudah pula dilepas.
7. Bulletin Board, yaitu papan biasa tanpa dilapisi kain flanel.
Gambar-gambar atau tulisan-tulisan biasanya langsung
ditempelkan dengan menggunakan lem atau alat penempel
lainnya.
Kelebihan Media Grafis
1. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa
terhadap pesan yang disajikan.
2. Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih
menarik perhatian siswa.
3. Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Grafis
1. Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya,
terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
2. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.
Klasifikasi Media 16
Media Pembelajaran
b. MEDIA BAHAN CETAK
Media bahan cetak adalah media visual yang
pembuatannya melalui proses pencetakan/printing atau offset.
Media bahan cetak ini menyajikannya pesannya melalui huruf
dan gambar-gambar yang diilustrasikan untuk lebih
memperjelas pesan atau informasi yang disajikan.
Jenis media bahan cetak ini diantaranya adalah :
1. Buku Teks, yaitu buku tentang suatu bidang studi atau ilmu
tertentu yang disusun untuk memudahkan para guru dan
siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.
Penyusunan buku teks ini disesuaikan dengan urutan
(sequence) dan ruang lingkup (scope) GBPP tiap bidang studi
tertentu.
2. Modul, yaitu suatu paket progaram yang disusun dalam
bentuk satuan tertentu dan didesain sedemikian rupa guna
kepentingan belajar siswa. Satu paket modul biasanya
memiliki komponen petunjuk guru, lembaran kegiatan
siswa, lembaran kerja siswa, kunci lembaran kerja,
lembaran tes, dan kunci lembaran tes.
3. Bahan Pengajaran Terprogram, yaitu paket program
pengajaran individual, hampir sama dengan modul.
Perbedaannya dengan modul, bahan pengajaran terprogram
ini disusun dalam topik-topik kecil untuk setiap
bingkai/halamannya. Satu bingkai biasanya berisi informasi
yang merupakan bahan ajaran, pertanyaan, dan
balikan/respons dari pertanyaan bingkai lain.
Kelebihan Media Bahan Cetak
1. Dapat menyajikan pesan atau informasi dalam jumlah yang
banyak.
2. Pesan atau informasi dapat dipelajari oleh siswa sesuai
dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan masing-masing.
3. Dapat dipelajari kapan dan dimana saja karena mudah
dibawa.
4. Akan lebih menarik apabila dilengkapi dengan gambar dan
warna.
5. Perbaikan/revisi mudah dilakukan.
Klasifikasi Media 17
Media Pembelajaran
Kelemahan Media Bahan Cetak
1. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup
lama.
2. Bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan dan
mematikan minat siswa untuk membacanya.
3. Apabila jilid dan kertasnya jelek, bahan cetak akan mudah
rusak dan sobek.
3. MEDIA GAMBAR DIAM
Media gambar diam adalah media visual yang berupa
gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi. Jenis media
gambar ini adalah foto.
Kelebihan Media Gambar Diam
1. Dibandingkan dengan grafis, media foto ini lebih konkret.
2. Dapat menunjukkan perbandingan yang tepat dari objek
yang sebenarnya.
3. Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Gambar Diam
1. Biasanya ukurannya terbatas sehingga kurang efektif untuk
pembelajaran kelompok besar.
2. Perbandingan yang kurang tepat dari suatu objek akan
menimbulkan kesalahan persepsi.
C. KELOMPOK KEDUA : MEDIA PROYEKSI DIAM
Media proyeksi diam adalah media visual yang
diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan, dimana
hasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit unsur
gerakan.
Jenis media ini diantaranya : OHP/OHT, Opaque
Projector, Slide, dan Filmstrip.
1. MEDIA OHP DAN OHT
OHT (Overhead Transparency) adalah media visual yang
diproyeksikan melalui alat proyeksi yang disebut OHP
(Overhead Projector). OHT terbuat dari bahan transparan yang
biasanya berukuran 8,5 X 11 inci.
Ada 3 jenis bahan yang dapat digunakan sebagai OHT,
yaitu :
Klasifikasi Media 18
Media Pembelajaran
1. Write on film (plastik transparansi), yaitu jenis transparansi
yang dapat ditulisi atau digambari secara langsung dengan
menggunakan spidol.
2. PPC transparency film (PPC= Plain Paper Copier), yaitu jenis
transparansi yang dapat diberi tulisan atau gambar dengan
menggunakan mesin photocopy.
3. Infrared transparency film, yaitu jenis transparansi yang
dapat diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan
mesin thermofax.
OHP (Overhead Projector) adalah media yang digunakan
untuk memproyeksikan program-program transparansi pada
sebuah layar. Biasanya alat ini digunakan untuk menggantikan
papan tulis.
Ada dua jenis model OHP, yaitu :
1. OHP Classroom, yaitu OHP yang dirancang dan dibuat secara
permanen untuk disimpan di suatu kelas atau ruangan.
Biasanya memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan
dengan OHP jenis portable.
2. OHP Portable, yaitu OHP yang dirancang agar mudah dibawa
kemana-mana, sehingga ukuran dan bobot beratnya lebih
ringkas.
Kelebihan Media OHT/OHP
1. Dapat digunakan untuk menyajikan pesan di semua ukuran
ruangan kelas.
2. Menarik, karena memungkinkan penyajian yang variatif dan
disertai dengan warna-warna yang menarik.
3. Tatap muka dengan siswa selalu terjaga dan memungkinkan
siswa untuk mencatat hal-hal yang penting.
4. Tidak memerlukan operator secara khusus dan tidak pula
memerlukan penggelapan ruangan.
5. Dapat menyajikan pesan yang banyak dalam waktu yang
relatif singkat.
6. Program OHT dapat digunakan berulang-ulang.
Kelemahan Media OHT/OHP
1. Memerlukan perencanaan yang matang dalam pembuatan
dan penyajiannya.
2. OHT dan OHP merupakan hal yang tak dapat dipisahkan,
karena sebuah gambar dalam kertas biasa tidak bisa
diproyeksikan melalui OHP.
https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcS5slq9SeE-5ryO6CsEvfgRxFCaiE2G924Kh_HirOdQ8raudryiEg
Masuk ke Blog